Aku Baik-Baik Aja, Kata Orang yang Paling Kesepian
Aku mulai terbiasa pulang tanpa cerita.
Bukan karena hariku baik-baik aja. Justru terlalu banyak yang pengen diceritain, tapi rasanya gak ada tempat yang benar-benar mau mendengar sampai selesai.
Akhirnya semua cuma numpuk di kepala.
Kadang aku lihat notifikasi masuk, terus buru-buru buka HP berharap ada yang nyariin. Tapi ternyata cuma promo, email random, atau grup yang bahkan gak pernah benar-benar ngobrol.
Lucu ya.
Aku bisa online seharian, ngobrol sama banyak orang, ketawa di chat, balas story, bikin status... tapi pas malam datang, semuanya balik sepi lagi.
Dan yang paling capek itu bukan kesepiannya.
Tapi pura-pura kalau aku nyaman dengan keadaan ini.
Aku bilang ke semua orang kalau aku suka sendiri. Padahal kenyataannya, aku cuma udah terlalu sering kecewa waktu berharap ada yang tinggal lebih lama.
Jadi sekarang aku belajar diam.
Belajar gak cerita terlalu banyak.
Belajar nahan semuanya sendiri.
Belajar menerima kalau gak semua βapa kabar?β benar-benar ingin tahu jawabannya.
Kadang aku iri sama orang-orang yang punya tempat pulang. Punya seseorang yang bisa mereka hubungi tanpa takut ganggu.
Sementara aku?
Sering kali cuma duduk malam-malam, ditemani layar HP yang redup, sambil mikirβ¦
βKalau aku tiba-tiba hilang beberapa hari, bakal ada yang sadar gak ya?β
Kedengerannya memang pasti berat ya, rasanya. Aku bisa ngerasain sedikit dari ceritamu, kayaknya. Kadang aku juga merasa iri sama orang-orang yang punya tempat pulang yang nyaman. Tapi inget, kamu udah kuat banget, udah bisa belajar banyak dari pengalamanmu. Malam-malam seperti ini, jangan lupa untuk tetap merawat diri sendiri, ya. Aku yakin pasti ada orang yang peduli sama kamu, walaupun mungkin belum kamu temukan.