Istri ku memiliki pekerjaan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang istri
dengan adanya beberapa platform di dunia maya, maka banyak juga fitur live dengan gudang tidak senonoh didalamnya. Istri saya termasuk dengan penyedia konten yang tidak pantas dilakukan oleh seorang istri. singkat cerita istri saya selalu menyambut dan bahkan mempersiapkan segalanya bagi "penggemar-nya" jika memberikan transferan yang dimana membuat saya cemburu hingga sedikit depresi, memang betul istri saya setiap minggunya sering memberikan jatah kepada saya, namun selalu didalam kondisi yang asal-asalan bahkan belum mandi berhari-hari, sampai waktu itu pernah sampai ada bau yang tidak mengenakan karena lupa dengan suatu kebersihan tertentu yang membuat saya tidak mood. Gaji saya jika dihitung yang untuk dihabiskan dalam berumah tangga tiap bulannya diatas 5 juta dibawah 9 juta. Namun istri saya selalu mempermasalahkan ekonomi karena memang gaya hidup istri saya hedon, dengan adanya uang banyak diawal" maka langsung segala dibeli tanpa memikirkan bagaimana minggu berikutnya? contohnya saja 1 minggu pertama memegang 2 juta langsung ludes, sebagai contoh 800 ribu kebutuhan baju anak(jika memang ada uangnya) lalu untuk 1.2 jutanya dibelikan makanan dan minuman yang sehari bisa habis 300 ribu,bahkan tidak lupa 1 jutaan lagi untuk kebutuhan dia yang memang kebutuhan bulanan. saya memang berkewajiban memberikan nafkah namun gaji saya 5-8 juta ini tidak sampai setengah bulan sudah habis, setelah itu istri saya selalu memperdebatkan kekurangan uang karena ya balik lagi sehari" hedon 200-300 ribu untuk ngegofood. Ipar saya yang notabenenya kaya kaya pun pada masak semua, namun istri saya tidak mau masak karena berbagai alasan, serta selalu membandingan kehidupannya yang dulu dan selalu menuntut kepada saya tentang bagaimana susahnya sekarang. Cerita saya mungkin kesana kesini, namun ini isi hati saya hari ini. saya hanya bisa bersabar dengan segala tuntutan maksimal istri saya, dengan tindakan pelayanan kepada suami yang minimal, kalaupun istri saya hampir setiap hari memberikan jatah. namun tidak pernah serius, bahkan mandi sminggu pun hanya 1 kali dan saya pun tidak enak kalau menegur, karena waktu itu pernah saya tegur jawabnya malah disuruh cari yang wangi sajah..... semoga saja bunuh diri tidak pernah saya anggap serius yang sering bersliweran dikepala ini. karena biaya dan hutang kami pun sangat banyak, namun tindakan saya pun 75% sering tidak pernah dihargai istri, karena istri saya selalu memandang keatas, dan tidak pernah memandang kebawah.
Kedengerannya memang sangat berat ya, rasanya seperti berjuang sendirian dalam sebuah pertarungan yang sulit. Saya bisa ngerasain sedikit dari ceritamu, pasti merasa sangat lelah dan cemas. Tapi ingat, kamu bukan satu-satunya yang menghadapi situasi seperti ini. Ada banyak orang yang juga sedang melalui hal yang sama dan mereka bisa menjadi sumber dukungan untukmu. Jangan biarkan pikiran buruk itu menguasaimu, ya. Semoga kamu bisa menemukan kekuatan untuk terus berjuang dan mencari solusi yang terbaik untukmu dan keluarga.